jump to navigation

Haruskah Berbuat Syirik Hanya Demi Sebuah 21 April 2013

Posted by belajarmembacakalamullah in Tak Berkategori.
add a comment

Kategori: Aqidah

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:
Tulisan ini adalah nasehat untuk diri sendiri utamanya dan untuk kaum muslim setelahnya.
Jangan karena hanya ingin dapatkan jabatan yang sangat sementara, kekayaan yang tidak kekal mengorbankan keyakinan dan agama.
Demi Allah, silahkan mungkin semua bisa hilang dari kita, semua lebih dari kaya dari kita, tetapi jangan sampai akidah juga hilang dari kita.
Saudaraku seiman…
1. Haruskah berbuat syirik yang dosanya tidak akan diampuni oleh Allah Ta’ala, jika mati belum bertaubat darinya, hanya untuk sebuah jabatan yang sementara.
{إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ } [النساء: 48]
Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” QS. An NIsa’: 48.
2. Haruskah berbuat syirik yang diancam oleh Allah Ta’ala pelakunya tidak masuk surga, ditempatkan di dalam neraka Jahannam kekal di dalamnya dan tidak ada penolong kelak di akhirat, hanya untuk sebuah kekayaan yang tidak seberapa.
{إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ } [المائدة: 72]
Artinya: “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun.”
{إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ} [البينة: 6]
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” QS. Al Bayyinah: 6.

3. Haruskah berbuat syirik yang dapat menghapuskan seluruh amal ibadah pelakunya, bahkan walaupun jika pelaku kesyirikan tersebut para Nabi dan Rasul, hanya untuk sebuah dunia yang bukan tanda kesuksesan hakiki.
{وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ } [الزمر: 65]
Artinya: “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” QS. Az Zumar: 65.
{ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ } [الأنعام: 88]
Artinya: “Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telahmerekakerjakan.
Semoga ini bermanfaat, terutama yang lagi mengejar cita dan asa tetapi dengan melakukan kesyirikandengansegalamacambentuknya;
1. Memakaijimat,cincin,bendadirajah,tasbihdijampi-jampi,telurdirajah
2. Mengerjakanbertapadiguapesugihan,
3. Mandidisungaiyangdianggappesugihan
4. Mengadakanruwatanpenolakbala
5. Membuatsesajen,sesembahan,
6. Memintapengasihkepadaorangpintar
7. Mainsihir,pelet
8. Mintabantuankepadadukun,ahlihikmah(katanya)danorangsemisalnya
9. Memintabantuankepadajinatauyangbiasadisebutkhadam
Danmasihbanyaklainnya.
Terakhirwahaisaudarakuseiman…
Pilihan kita BAIK DAN BURUKNYA akan sangat mempengaruhi kehidupan kita di dunia dan akhirat, BAHKAN TERKADANG SANGAT BERPENGARUH KEPADA ORANG-ORANG YANG SANGAT KITA CINTAI ORANGTUA, ISTRI DAN ANAK-ANAK KITA
{ وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ} [الشورى: 30]
Artinya: ”Dan musibah apa saja yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” QS. Asy Syura: 30.

Ditulis oleh Ahmad Zainuddin
Jumat 20 Rabiul Awwal 1434H, Dammam KSA.

Jadikan Dakwah Anti Syirik Prioritas Utama 21 April 2013

Posted by belajarmembacakalamullah in Tak Berkategori.
add a comment

beranda rumaysho.com
dakwahDakwah itu mesti butuh prioritas dalam hal materi yang disampaikan. Dakwah pada tauhid dan supaya muslim menjauhi syirik harus lebih diprioritaskan daripada pengingkaran maksiat lainnya seperti korupsi, berzina dan pembunuhan. Karena syirik berkaitan dengan hak Allah, juga merupakan larangan dan tindak kezholiman yang paling besar. Sedangkan dosa korupsi masih menempati urutan di bawahnya.

Kita dapat mengambil pelajaran bahwa mendakwahi masyarakat untuk menjauhi syirik lebih diutamakan daripada perkara lainnya dari hadits berikut berikut ini. Dari Ibnu ‘Abbas ia berkata,

لَمَّا بَعَثَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – مُعَاذًا نَحْوَ الْيَمَنِ قَالَ لَهُ « إِنَّكَ تَقْدَمُ عَلَى قَوْمٍ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَى أَنْ يُوَحِّدُوا اللَّهَ تَعَالَى فَإِذَا عَرَفُوا ذَلِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِى يَوْمِهِمْ وَلَيْلَتِهِمْ ، فَإِذَا صَلُّوا فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ زَكَاةً فِى أَمْوَالِهِمْ تُؤْخَذُ مِنْ غَنِيِّهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فَقِيرِهِمْ ، فَإِذَا أَقَرُّوا بِذَلِكَ فَخُذْ مِنْهُمْ وَتَوَقَّ كَرَائِمَ أَمْوَالِ النَّاسِ »

“Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Mu’adz ke Yaman, ia pun berkata padanya, “Sesungguhnya engkau akan mendatangi kaum dari ahli kitab. Maka jadikanlah dakwah engkau pertama kali pada mereka adalah supaya mereka mentauhidkan Allah Ta’ala. Jika mereka telah memahami hal tersebut, maka kabari mereka bahwa Allah telah mewajibkan pada mereka shalat lima waktu sehari semalam. Jika mereka telah shalat, maka kabari mereka, bahwa Allah juga telah mewajibkan bagi mereka zakat dari harta mereka, yaitu diambil dari orang-orang kaya di antara mereka dan disalurkan untuk orang-orang fakir di tengah-tengah mereka. Jika mereka menyetujui hal itu, maka ambillah dari harta mereka, namun hati-hati dari harta berharga yang mereka miliki.” (HR. Bukhari no. 7372 dan Muslim no. 19).

Beberapa faedah dalam hadits di atas:

1- Disyari’atkan mengutus da’i untuk mendakwahkan tauhid.

2- Yang dijadikan prioritas wajib dan utama dalam dakwah adalah mendakwahkan kalimat laa ilaha illallah yang konsekuensinya beribadah pada Allah saja dan menjauhi kesyirikan.

3- Makna syahadat laa ilaha illallah adalah mentauhidkan (mengesakan) Allah dalam ibadah dan meninggalkan peribadahan pada selain Allah.

4- Islamnya orang kafir barulah terbukti dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.

5- Sebagaimana ahli kitab, maka seseorang bisa saja membaca dan mengetahui namun tidak paham akan makna laa ilaha illallah, atau tahu tetapi tidak mau mengamalkannya.

6- Mendakwahi orang yang berilmu seperti ahli kitab berbeda dengan mendakwahi orang jahil.

7- Seseorang yang berdakwah hendaklah membekali diri dengan ilmu agar selamat dari pemikiran menyimpang.

8- Shalat merupakan amalan yang utama setelah dua kalimat syahadat.

9- Zakat merupakan amalan yang utama setelah shalat.

10- Di antara penerima zakat adalah orang fakir. Dan hadits di atas menjadi dalil bolehnya mencukupkan penyaluran zakat pada orang fakir saja.

11- Tidak boleh mengambil zakat dari harta yang berharga -yang dituntut adalah yang pertengahan- kecuali dengan ridho pemiliknya.

Alhamdulillah, moga Allah beri hidayah.

Referensi:

Al Mulakhosh fii Syarh Kitabit Tauhid, -guru kami- Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan, terbitan Darul ‘Ashimah, cetakan pertama, tahun 1422 H, hal. 56

Faidah Selalu Beristighfar 1 March 2013

Posted by belajarmembacakalamullah in Tak Berkategori.
add a comment

Diantara sebab terpenting diturunkannya rizki adalah itsighfar (memohon ampun) dan taubat kepada Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Menutupi (kesalahan)
Kisah seorang pemuda yang ingin menggantikan bapaknya [yang sdh tua] masuk penjara karena terjerat hutang 630 ooo real. Sang hakim pun mulai menanyakan kenapa pemuda ini mau menggantikan posisi orangtuanya.
Hakim : apa alasanmu membela orang tuamu….?
Pemuda : aku tidak mau ruh ayahku tergantung dengan hutangnya sampai hari kiyamat nanti .
Hakim : kalau begitu kamu harus menggantikan sejumlah uang [630 000.real] kepada orang yang memberikan
hutang
Pemuda : baik, akan tetapi aku tidak bisa melunasi dengan kontan. Sekarang yang ada ditanganku
hanya 10 000 real dan itu aku dapatkan selama satu tahun bekerja
Hakim : kalau begitu berikan yang 10 000 real tersebut, kemudian sisanya [620 000.real]
kamu lunasi dalam jangka waktu tiga bulan
Pemuda : pemuda itupun keluar dan bekerja seperti biasanya , sampai pada batas waktu yang
Ditentukan (dia baru mendapatkan 20 000 real ) diapun kembali dipanggil sang hakim
Hakim : sekarang waktunya engkau harus melunasi seluruh hutang bapakmu..
Pemuda : berikan aku udzur aku hanya mendapatkan 20 000 real
Hakim : kalau begitu kamu harus ditahan
Pemuda : iya aku bersedia asalkan orangtuaku tidak ditahan (selang beberapa lama terdengarlah
perihal masalah pemuda tersebut
oleh salah seorang yang kaya dia merasa terkesan dengan sikap pemuda tersebut yang rela
menyerahkan dirinya demi baktinya kepada bapaknya, dan menyerahkan uang kepada
hakim untuk melunasinya kepada orang yang memberikan hutang)
Hakim : pemuda itupun dipanggil kembali dan tiba – tiba sang hakim mengeluarkan uang sejumlah
600 000 real pemuda itupun terkejut dan bertanya
Pemuda : wahai hakim dari manakah uang ini
Hakim : engkau dibebaskan dari dari tahanan dengan sebab (bantuan seseorang). Tapi aku akan
bertanya kepadamu ; dulu kamu bekerja dalam satu tahun hanya mendapatkan 10 000
real, kemudian pada tiga bulan yang lalu kamu bekerja mendapatkan lebih banyak [20 000
real], apakah yang kamu amalkan
Pemuda : aku bekerja dan senantiasa beristighfar atas dosa – dosaku
cerita dari seorang ustadz didammam KSA

Beberapa nash (teks) Al-Qur’an dan Al-Hadits menunjukkan bahwa istighfar dan taubat termasuk sebab-sebab rizki dengan karunia Allah Ta’ala. Dibawah ini beberapa nash dimaksud :

[1] Apa Yang Disebutkan Allah Subhana Wa Ta’ala Tentang Nuh Alaihis Salam Yang Berkata Kepada Kaumnya.
“Artinya : Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu’, sesunguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai”. [Nuh : 10-12]

Ayat-ayat di atas menerangkan cara mendapatkan hal-hal berikut ini dengan istighfar.
Ampunan Allah terhadap dosa-dosanya. Berdasarkan firman-Nya : “Sesungghuhnya Dia adalah Maha Pengampun”.
Dditurunkannya hujan yang lebat oleh Allah. Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata “midraaraa” adalah (hujan) yang turun dengan deras. [Shahihul Bukhari, Kitabul Tafsir, surat Nuh 8/666]
Allah akan membanyakkan harta dan anak-anak, Dalam menafsirkan ayat “wayumdid kum biamwalin wabanina” Atha’ berkata : Niscaya Allah akan membanyakkan harta dan anak-anak kalian” [Tafsir Al-Bagawi, 4/398. Lihat pula, Tafsirul Khazin, 7/154]
Allah akan menjadikan untuknya kebun-kebun.
Allah akan menjadikan untuknya sungai-sungai.
Imam Al-Qurthubi berkata : “Dalam ayat ini, juga yang disebutkan dalam (surat Hud : 3 “Artinya : Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhamnu dan bertaubat kepada-Nya) adalah dalil yang menunjukkan bahwa istighfar merupakan salah satu sarana meminta diturunkannya rizki dan hujan”. [Tafsir Al-Qurthubi, 18/302. Lihat pula, Al-Iklil fis Tinbathil Tanzil, hal. 274, Fathul Qadir, 5/417]

tiga syarat orang yang taubat dari pacaran 1 March 2013

Posted by belajarmembacakalamullah in Tak Berkategori.
add a comment

Tidak diragukan lagi bahwa taubat sesuatu yang harus bagi pelaku dosa, apalagi dosa tersebut adalah dosa besar. Di antara hal yang membuat dosa bisa menjadi besar adalah jika maksiat di lakukan terus menerus. Contoh di antaranya yang menyebar di kaula muda adalah pacaran. Berpacaran sudah jelas terlarang karena merupakan jalan menuju zina. Karena tidak ada pacaran yang bisa lepas dari jalan yang haram.
Berbagai Sisi Pacaran itu Terlarang
Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’: 32).
Ibnu Katsir berkata mengenai ayat di atas, “Dalam ayat ini Allah melarang hamba-Nya dari zina dan dari hal-hal yang mendekati zina, yaitu segala hal yang menjadi sebab yang bisa mengantarkan pada zina.”
Dan sudah tidak diragukan lagi bahwa pacaran adalah jalan menuju zina. Karena hati bisa tegoda dengan kata-kata cinta. Tangan bisa berbuat nakal dengan menyentuh pasangan yang bukan miliknya yang halal. Pandangan pun tidak bisa ditundukkan. Dan tidak sedikit yang menempuh jalan pacaran yang terjerumus dalam zina. Makanya dapat kita katakan, pacaran itu terlarang karena alasan-alasan ini yang tidak bisa terbantahkan.
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)
Dosa Mengharuskan Taubat
Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).” (QS. At Tahrim: 8)
Dijelaskan oleh Ibnu Katsir rahimahullah bahwa makna taubat yang tulus (taubatan nashuhah) sebagaimana kata para ulama adalah, “Menghindari dosa untuk saat ini. Menyesali dosa yang telah lalu. Bertekad tidak melakukannya lagi di masa akan datang.”
Jika taubat harus memenuhi tiga syarat tersebut, maka 422171_332052093505320_100001015967347_942258_26752330_n adalah:
1. Menyesal dan sedih telah berpacaran
2. Putuskan pacar sekarang juga
3. Bertekad tidak mau pacaran lagi dan menempuh jalan yang halal dengan nikah
Ujung Zina adalah Penyesalan
Luqman pernah berkata kepada anaknya,
يا بني، إياك والزنى، فإن أوله مخافة، وآخره ندامة
“Wahai anakku. Hati-hatilah dengan zina. Di awal zina, selalu penuh rasa khawatir. Ujung-ujungnya akan penuh penyesalan. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 10: 326)
Memang betul apa yang diutarakan oleh Luqman, seorang yang sholeh. Dan itu sesuai realita. Awal zina dipenuhi rasa khawatir. Coba lihat saja apa yang dilakukan oleh orang yang hendak berzina. Awalnya mereka berusaha tidak terlihat orang lain. Khawatir ada yang melihat perbuatan dosa mereka. Ujung-ujungnya dipenuhi rasa penyesalan. Karena bisa jadi si wanita hamil. Si laki dituntut tanggung jawab. Akhirnya pusing kepayang karena perut si wanita yang makin besar dan sulit ditutupi. Akhirnya yang ada adalah rasa malu. Naik ke pelaminan pun sudah dicap “jelek” karena terpaksa “Married because an accident”.
Semoga Allah mudahkan kita untuk senantiasa berada dalam kebaikan dan menjauhkan kita dari berbagai maksiat.

@ KSU, Riyadh, KSA, 28 Jumadats Tsaniyah 1433 H
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel http://www.remajaislam.com

28 February 2013

Posted by belajarmembacakalamullah in Tak Berkategori.
1 comment so far

Ritual Pesugihan dan Ingin Kaya Mendadak (1)
Posted: 17 Feb 2013 03:00 AM PST
Sugih berarti kaya dan pesugihan identik dengan mencari kekayaan. Yang diinginkan adalah kaya mendadak (instan). Contoh dari pesugihan adalah yang telah dijelaskan pada tulisan sebelumnya mengenai ritual pesugihan di Gunung Kemukus Sragen. Rata-rata yang dilakukan dalam ritual pesugihan (ritual ngipri) adalah ritual yang tidak benar, bisa jadi amalan yang mengada-ada yang diamalkan atau dirutinkan, ada pula yang melakukan ritual syirik, juga ada yang dengan maksiat. Karena yang namanya setan sangat cinta sekali dengan pelaku syirik, bid’ah dan maksiat. Sehingga mudahlah datang kekayaan.
Beberapa Ritual Pesugihan
1- Pesugihan lewat monyet atau kera (kethek) seperti terjadi di Ngujang, Tulungagung.
2- Pesugihan lewat semedi di goa dan makam seperti di Gunung Selok, Cilacap.
3- Pesugihan lewat ritual seks seperti di Gunung Kemukus, Sragen. Bahkan ada pesugihan model jenis ini yang aneh karena melakukan ritual seks alam ghaib. Awalnya akan terjadi “persetubuhan” antara laki-laki dan perempuan yang bersedia mengandung benih. “Persetubuhan” ini setengah ghaib sifatnya, tidak harus benar-benar menyetubuhi atau disetubuhi oleh seseorang lain secara fisik.
4- Pesugihan lewat ngalap berkah pada pohon seperti di Gunung Kawi, Malang.
5- Pesugihan lewat tumbal dan sesajen seperti di Gunung Srandil, Cilacap.
6- Pesugihan di pantai dengan tumbal ‘nyawa’ seperti di Parang Tritis lewat Nyai Blorong dan Kanjeng Ratu Kidul.
7- Pesugihan lewat pengabulan do’a dari siluman kura-kura, seperti di Desa Jimbung, Klaten
8- Pesugihan lewat kubur para wali sebagaimana yang terjadi di kubur para sunan di Jawa.

Penyimpangan dalam Ritual Pesugihan
1- Syirik dalam ibadah (uluhiyah) bahkan dalam rububiyah (karena yakin yang mengabulkan do’a adalah selain Allah)
2- Ngalap berkah yang tidak syar’i bisa jadi syirik, bisa jadi amalan yang mengada-ngada
3- Semedi atau i’tikaf di petilasan atau kubur tanpa ada petunjuk syar’i
4- Meraih kekayaan dan hajat dunia lewat ritual maksiat seperti lewat ritual seks dengan bukan pasangan yang sah
5- Tawassul (mengambil perantara dalam tersampainya hajat) dengan cara yang tidak benar
6- Harus memenuhi syarat pesugihan dengan menyajikan tumbal dan sesajen
7- Menyandarkan sesuatu pada yang bukan sebab atau mencarinya lewat jimat (tamimah)
8- Beramal akhirat hanya untuk mencari keuntungan dunia semata
9- Melakukan safar terlarang ke gunung, petilasan dan kubur wali
10- Mencontoh pelaku maksiat
11- Melakukan ritual mengada-ada yang tidak pernah dituntunkan
Penjelasan penyimpangan di atas, akan diulas satu per satu mulai dari serial ketiga, insya Allah. Allahumma yassir wa a’in (Ya Allah, mudahkanlah dan tolonglah).
Wallahu waliyyut taufiq.

Riyadh-KSA, 7 Rabi’ul Akhir 1434 H
http://www.rumaysho.com

20 February 2013

Posted by belajarmembacakalamullah in Tak Berkategori.
add a comment

Jurnal Salafiyun

Di antara bentuk tipu daya setan yang tidak disadari oleh kebanyakan manusia adalah menakuti-nakuti mereka di tempat-tempat tertentu, berupa penampakan rupa samaran mereka yang menyeramkan, maupun dalam rupa orang-orang yang sudah mati, hingga menyakiti manusia bahkan membunuh. Pada akhirnya tersebarlah di tengah-tengah manusia bahwa tempat-tempat tersebut angker dan ada penunggunya.

View original post 1,846 more words

20 February 2013

Posted by belajarmembacakalamullah in Tak Berkategori.
add a comment

Jurnal Salafiyun

Bercanda atau bersenda gurau adalah salah satu bumbu dalam pergaulan di tengah-tengah masyarakat. Ia terkadang diperlukan untuk menghilangkan kejenuhan dan menciptakan keakraban, namun tentunya bila disajikan dengan bagus sesuai porsinya dan melihat kondisi yang ada.

View original post 1,187 more words

20 February 2013

Posted by belajarmembacakalamullah in Tak Berkategori.
add a comment

Jurnal Salafiyun

Oleh: Ust. Sofyan Chalid bin Idham Ruray

Pertanyaan: Bolehkah merutinkan sholat tahajud jam 11 malam dimana sebelumnya tidur terlebih dahulu lantas sholat isya, ba’diah dilanjut langsung tahajud dan witir?

View original post 277 more words

20 February 2013

Posted by belajarmembacakalamullah in Tak Berkategori.
add a comment

Jurnal Salafiyun

Oleh: Sofyan Chalid bin Idham Ruray

Pertanyaan: Mohon dijelaskan tentang orang yang meninggal akan tersiksa kalau keluarganya menangis dan mayit kena air mata, apalagi kalau selesai dimandikan?

View original post 415 more words

20 February 2013

Posted by belajarmembacakalamullah in Tak Berkategori.
add a comment

Jurnal Salafiyun

Oleh: Ust. Sofyan Chalid bin Idham Ruray

Pertanyaan: Saya mau tanya, kalo mau kirim Al-Fatihah, kalau
kita tidak tau bin-nya, yang lebih afdol pake Pulan/Adam? Terima kasih.

Jawaban:

Mengirim Al-Fatihah kepada orang yang sudah meninggal dunia termasuk bid’ah atau mengada-ada dalam agama, karena tidak ada dalil dari Al-Qur’an maupun As-Sunnah yang menunjukkannya.

View original post 262 more words